Bagikan

Para akademisi ISQI Sunan Pandanaran dan UIN Sunan Kalijaga kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan isu keluarga dan kesehatan mental melalui kegiatan Diseminasi Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Kesehatan Mental bagiPerempuan dan Anak Perspektif Keluarga Maslahah di Magelang”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 13 Desember 2026, bertempat di kampus ISQI Sunan Pandanaran Sleman, dan dihadiri oleh akademisi, praktisi kesehatan mental, fasilitator bimbingan perkawinan, tokoh agama, serta perwakilan organisasi perempuan dan anak.

Diseminasi ini menjadi ruang temu multipihak untuk membahas hasil pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan di Kabupaten Magelang, khususnya terkait tingginya angka pernikahan dini, perceraian, serta minimnya akses layanan kesehatan mental berbasis keluarga. Hasil PKM menunjukkan bahwa persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan faktor ekonomi, tetapi juga lemahnya regulasi emosi, komunikasi keluarga, serta masih kuatnya stigma terhadap layanan psikologis.

Melalui intervensi di 15 titik pada 21 kecamatan, tim PKM mendorong penguatan regulasi emosi, komunikasi sehat, dan pengasuhan suportif. Pendekatan berbasis komunitas ini menunjukkan dampak positif, terutama meningkatnya kenyamanan anak dan remaja di lingkungan keluarga serta terbukanya ruang dialog antara orang tua dan anak. 

Penanggung jawab kegiatan, Arina Rahmatika, M.Sos., menegaskan bahwa kesehatan mental keluarga harus menjadi perhatian bersama dan tidak dapat dipisahkan dari kebijakan publik. “Kesehatan mental bukan hanya urusan individu atau psikolog, tetapi persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan keluarga, komunitas, tokoh agama, dan pemerintah. Melalui perspektif keluarga maslahah, kami ingin mendorong kebijakan yang lebih adil, suportif, dan berpihak pada perempuan serta anak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arina menyampaikan bahwa kegiatan diseminasi ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan policy brief berbasis data hasil PKM. Rekomendasi kebijakan tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang dalam upaya pencegahan pernikahan dini, penguatan bimbingan pra-nikah dan keluarga, serta peningkatan layanan kesehatan mental berbasis komunitas.

Melalui kegiatan ini, Arina berharap pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti pada laporan akademik, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata bagi penguatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Bagikan