Bagikan

Magelang, 21 November 2025

Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdhatul Ulama (LKKNU) Kabupaten Magelang hari ini secara resmi meluncurkan Modul Kesehatan Mental Bagi Perempuan dan Anak Perspektif Keluarga Maslahah, sebuah modul yang disusun untuk memperkuat ketahanan keluarga, mengembangkan kualitas relasi yang berkeadilan, serta menumbuhkan praktik kehidupan keluarga yang maslahat bagi seluruh anggotanya. Bertempat di Gedung PCNU Magelang, peluncuran modul ini merupakan bagian penting dari rangkaian Program Penguatan Keluarga Maslahah, sebuah inisiatif yang dirancang secara komprehensif untuk menghadapi tantangan keluarga di era kontemporer.

Modul ini dikembangkan sebagai respons atas kebutuhan masyarakat terhadap bahan ajar yang sistematis, kontekstual, dansesuai dengan nilai keislaman yang moderat. Berbasis pada prinsip fikrah nahdliyah, tradisi keilmuan pesantren, dan kerangka Keluarga Maslahah yang banyak dielaborasi dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), modul ini memuat gagasan dasar, fondasi teoretis, serta panduan praktis yang dapat digunakan oleh pendamping keluarga, kader, guru, penyuluh, maupun komunitas masyarakat luas.

Dalam modul ini, Keluarga Maslahah dipahami sebagai keluarga yang mampu mewujudkan kemaslahatan bagi seluruhanggotanya melalui relasi yang setara, adil, saling melindungi, dan bertanggung jawab. Kerangka tersebut disusunberdasarkan landasan keislaman dan ke-NU-an yang menjadi pilar program ini. Modul ini menekankan pentingnya nilai keadilan, keseimbangan hak dan kewajiban, penghargaan terhadap martabat manusia, penyelesaian masalah berbasis musyawarah, serta berbasis kasih sayang dan perlindungan.

Selain konsep teoretis, modul juga dilengkapi dengan penjelasan terkait peran keluarga, dinamika relasi suami-istri, serta strategi membangun lingkungan rumah yang aman dan suportif. Dengan demikian, modul ini tidak hanya menjawab kebutuhan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan panduan praktis yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Peluncuran modul ini menjadi momentum penting di tengah semakin kompleksnya tantangan sosial, psikologis, dan digital yang dihadapi keluarga. Program ini menegaskan bahwa ketahanan keluarga tidak dapat dibangun hanya melalui pengetahuan semata, tetapi membutuhkan pendekatan holistik yang mencakup pendampingan keluarga, pendidikan orang tua, penguatan kapasitas kader NU, pemberdayaan komunitas, dan fasilitasi ruang aman bagi keluarga untuk belajar.

Dalam sambutannya, Arina Rahmatika, tim penyusun modul, menyampaikan: “Modul Penguatan KeluargaMaslahah ini bukan hanya kumpulan teori, tetapi merupakan hasil proses panjang dialog, penelitian, dan pengalamanlapangan. Kami berharap modul ini menjadi panduan yang benar-benar dekat dengan kehidupan sehari-hari keluargaIndonesia, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama.”

Modul ini dirancang dengan bahasa yang komunikatif dan dilengkapi contoh-contoh kasus, lembar refleksi, serta instrumen praktis agar pengguna dapat langsung menerapkan materi dalam dinamika keluarga masing-masing. Struktur ini menjadikan modul dapat digunakan dalam berbagai format kegiatan baik kelas pelatihan, pengajian keluarga, sekolah orang tua, maupun pendampingan komunitas berbasis RT/RW hingga tingkat kabupaten.

Dengan peluncuran modul ini, LKKNU Kabupaten Magelang berharap terwujudnya ekosistem keluarga yang kuat, resilien, dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan sosial. Modul ini juga diharapkan menjadipintu bagi pengembangan kurikulum lanjutan, pelatihan fasilitator, dan program pendampingan jangka panjang.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota keluarga mendapatkan ruang belajar yang aman, inklusif, danberkelanjutan. Modul ini adalah langkah awal untuk memperluas jangkauan praktik Keluarga Maslahah ke lebih banyakkomunitas di Indonesia,” tambah Arina Rahmatika.

Bagikan