Bagikan

Sabtu-Minggu, 22-23 November 2025

Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Fatayat dan IPNU-IPPNU Kabupaten Magelang menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Kapasitas Kesehatan Mental Perempuan dan Anak di Gedung PCNU Magelang. Sebanyak 60 kader Fatayat dan IPNU-IPPNU dari berbagai kecamatan mengikuti pelatihanini sebagai upaya memperkuat kapasitas pendampingan keluarga dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman serta responsif terhadap isu kesehatan mental.

Pelaksanaan kegiatan ini dilandasi meningkatnya tantangan kesehatan mental di Kabupaten Magelang. Data tahun 2024 menunjukkan angka perceraian mencapai 1.744 kasus, sebuah angka yang masih tergolong tinggi dan berdampak besar pada perempuan dan anak. Di sisi lain, fenomena perkawinan anak, tekanan ekonomi, disharmoni keluarga, hingga maraknya tawuran pelajar menunjukkan adanya krisis ketahanan keluarga dan meningkatnya kerentanan psikososial pada generasi muda. Kesehatan mental perempuan dan anak masih sering dipandang sebelah mata, padahal merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan keluarga dan kualitas pendidikan.

Dalam konteks ini, LKKNU menilai peran organisasi pelajar dan perempuan muda NU, seperti Fatayat NU serta IPNU–IPPNU, sangat strategis. Kedekatan mereka dengan masyarakat, sekolah, pesantren, dan kelompok sebaya membuat kader-kader ini berpotensi menjadi agen perubahan dalam memperkuat dukungan psikososial di tingkat akar rumput.

Ketua LKKNU Magelang, Yasin Awan Wiratno, menyatakan bahwa pelajar merupakan kelompok yang paling sering melihat dan mengalami dinamika kesehatan mental di lingkungannya. “Dengan tingginya kasus perceraian dan munculnya konflik remaja, para pelajar berada di garis depan. Mereka berinteraksi langsung dengan teman sebaya yang mungkin mengalami tekanan. Kader IPNU–IPPNU perlu dibekali kemampuan dasar agar bisa memberikan respons yang tepat,” ujarnya.

Ketua IPNU Magelang, Maskhuri Ahmad Zain, menegaskan bahwa pelajar harus menjadi bagian dari solusi atas meningkatnya kasus perundungan dan stres akademik. “Pelatihan ini memperkuat kapasitas kader IPNU untuk mengenali masalah, memberikan dukungan, dan membantu menciptakan ruang aman di sekolah,” katanya.

Ketua Fatayat Magelang, Evi Hikmah Nurhayati, menambahkan bahwa perempuan menghadapi tantangan ganda terkait tekanan sosial, peran gender, dan kerentanan emosional. “Kader Fatayat harus dibekali perspektif yang tepat agar dapat mendampingi sesama perempuan yang rentan terpengaruh kondisi keluarga, tekanan sosial media, atau beban peran domestik,” ujarnya.

Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari kalangan psikolog, pendidik, dan aktivis. Adapun pemateri yaitu Milcha Fakhria, M.Psi., Psikolog (Dosen Universitas Diponegoro), Dr. Abdul Mughits, M.Ag (Dosen UIN Sunan Kalijaga), Ahmad Wasil Mustofa, S.Kep (Penulis dan Fasilitator Gusdurian), dan Arina Rahmatika (Srikandi Lintas Iman). Materi meliputi konsep keluarga maslahah, dasar komunikasi dalam keluarga, pengenalan emosi dan cara mengelola

emosi sebagai bagaian dari Kesehatan mental. Kegiatan dilaksanakan melalui paparan, diskusi interaktif, dan studi kasus.

Dalam sesi akhir, para peserta menyusun rencana tindak lanjut berupa penyuluhan kesehatan mental, serta kolaborasi dengan sekolah dan kegiatan masyarakat lainnya. Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan edukasi kesehatan mental di kalangan perempuan dan pelajar NU.

Melalui kegiatan ini, LKKNU Magelang berharap lahirnya perempuan dan kader pelajar NU yang peka, terampil, danmampu mengelola emosi bahkan memberikan dukungan pertama bagi teman sebaya, sehingga dapat turut memperkuat ketahanan keluarga dan menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat dan berperspektif maslahat.

Narahubung:

Arina Rahmatika 089 635 723 081

Bagikan